KOLAKA — Sikap politik organisasi ini terungkap melalui rilis poster dukungan resmi yang beredar di lingkungan warga Nahdliyin Kolaka. Dalam poster tersebut, PCNU Kolaka secara tegas menyatakan, "Menyatakan Dukungan Kepada Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar untuk maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama 2026."
Deklarasi ini menjadi salah satu sinyalemen awal dinamika kontestasi menjelang Muktamar NU ke-35 yang diperkirakan akan menyedot perhatian besar warga Nahdliyin di seluruh Indonesia. Berdasarkan informasi yang dihimpun, keputusan ini merupakan hasil kesepakatan jajaran pimpinan tertinggi PCNU Kolaka.
Lima Alasan Fundamental PCNU Kolaka Beri Dukungan
Pernyataan dukungan ini tidak muncul tanpa alasan kuat. Terdapat kutipan harapan agar di bawah kepemimpinan KH. Nasaruddin Umar, NU ke depan dapat mengusung "Kepemimpinan Berbasis Ilmu, Pengalaman, Persatuan, dan Khidmat untuk Kemajuan Nahdlatul Ulama."
Poster deklarasi tersebut merinci lima poin alasan yang mendasari dukungan kepada mantan Wakil Menteri Agama RI tersebut:
- Rekam Jejak: Beliau memiliki sejarah panjang pengabdian kepada organisasi Nahdlatul Ulama.
- Pengalaman Birokrasi & Organisasi: Dinilai mumpuni karena pernah menjabat sebagai Katib 'Aam PBNU dan merupakan tokoh nasional.
- Kapasitas Komplet: Dianggap memiliki kapasitas yang utuh sebagai seorang ulama, intelektual, sekaligus pemimpin bangsa.
- Komitmen Persatuan: Dinilai memiliki komitmen tinggi dalam menjaga persatuan serta memperkuat khidmat NU bagi umat dan negara.
- Visi Moderasi: Memiliki kemampuan dalam membangun dialog, moderasi, dan mewujudkan peradaban Islam yang rahmatan lil 'alamin.
Peran Kiai Pesantren Baiturrahim di Balik Deklarasi
Keputusan strategis ini diambil melalui kesepakatan jajaran pimpinan tertinggi PCNU Kolaka, yang saat ini dikomandoi oleh Alimuddin, S.Ag selaku Ketua Tanfidziyah. Proses pembahasan berlangsung di bawah bimbingan Rois Syuriah, H. Muh. Duwana Said, yang juga dikenal sebagai pimpinan Pondok Pesantren Baiturrahim Kolaka.
Keterlibatan pimpinan pesantren dalam pengambilan keputusan ini menunjukkan bahwa dukungan tersebut lahir dari musyawarah internal yang melibatkan unsur syuriah dan tanfidziyah. Hal ini memperkuat legitimasi sikap politik PCNU Kolaka di mata warga Nahdliyin setempat.
Dinamika Menuju Muktamar ke-35 NU 2026
Dukungan dari PCNU Kolaka menambah daftar dukungan awal yang mulai mengalir menjelang penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU. Kontestasi kali ini diprediksi berlangsung ketat mengingat posisi strategis Ketua Umum PBNU sebagai pemimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia.
KH. Nasaruddin Umar sendiri dikenal luas sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal dan tokoh yang aktif menyuarakan moderasi beragama. Kapasitasnya sebagai ulama dan intelektual menjadi modal utama dalam kontestasi nanti, dengan dukungan dari berbagai pengurus cabang di daerah mulai berdatangan.