Sebagian besar mahasiswa di Amerika Serikat akan segera kembali ke kampus atau menempati dormitori untuk pertama kalinya. Namun, di balik euforia kehidupan kampus, ada masalah yang jarang dibahas: kebersihan tempat tidur. Sebuah riset menunjukkan bahwa sprei di kamar asrama pria mengandung setidaknya 1,5 juta CFU (unit pembentuk koloni) bakteri per inci persegi. Angka tersebut setara dengan 97 persen dari total bakteri yang ada di ruangan.
Fakta ini mungkin tidak mengejutkan jika melihat kebiasaan para penghuni. Banyak mahasiswa yang memakai kasur bekas dari penghuni sebelumnya, sementara sebagian lainnya jarang membersihkan kamar secara rutin. Kombinasi antara kasur lama, keringat, dan kelembapan menjadi lingkungan ideal bagi kuman untuk berkembang biak.
Mengapa Kasur Bekas Menjadi Sarang Bakteri Terbesar
Kasur yang sudah dipakai bertahun-tahun menyimpan debu, tungau, dan bakteri di lapisan dalamnya. Ketika dipindahkan ke kamar dormitori yang baru, kasur tersebut membawa serta seluruh mikroorganisme yang menempel. Keringat dan panas tubuh yang dihasilkan selama tidur semakin mempercepat pertumbuhan bakteri di permukaan kasur.
Untuk memutus rantai kontaminasi ini, para ahli menyarankan penggunaan alas kasur (mattress topper) sebagai penghalang hipoalergenik antara tubuh mahasiswa dan kasur lama. Produk seperti Linenspa Memory Foam Mattress Topper dan Sleep Innovations Dual Layer Memory Foam Mattress Topper hadir dengan sarung yang bisa dilepas dan dicuci, sehingga perawatannya lebih mudah.
Pelindung Kasur Anti-Tumpahan dan Kotoran
Selain alas, pelindung kasur (mattress protector) menjadi lapisan pertahanan kedua yang tak kalah penting. Fungsinya melindungi kasur dari tumpahan minuman, remah makanan, dan cairan tubuh yang bisa merusak struktur kasur. Tiga produk yang direkomendasikan adalah Utopia Bedding Waterproof Mattress Protector, PlushDeluxe Bamboo Waterproof Mattress Protector, dan Brooklyn Bedding Luxury Cooling Mattress Protector.
Ketiganya menawarkan perlindungan kedap air, bisa dicuci, serta dilengkapi karet elastis di sekelilingnya agar mudah dipasang. Untuk ukuran Twin XL yang umum digunakan di dormitori, harga pelindung kasur ini mulai dari Rp 224 ribu (sekitar $14).
Pilih Sprei dari Bahan Alami untuk Mengurangi Kuman
Jenis kain sprei juga menentukan seberapa cepat bakteri berkembang. Bahan sintetis cenderung memerangkap panas dan kelembapan, menciptakan lingkungan yang disukai mikroorganisme. Sebaliknya, sprei berbahan bambu dan katun organik memiliki sifat menyerap keringat dan sirkulasi udara yang lebih baik.
Rekomendasi sprei yang layak dipertimbangkan antara lain LANE LINEN 100% Organic Cotton Percale Cooling Sheet Set, Bedsure Purewoven 100% Rayon Bamboo, dan BC BELLA COTERIE Luxury Bamboo Viscose Sheet Set. Ketiga produk ini dirancang untuk menjaga suhu tubuh tetap sejuk sekaligus menghambat pertumbuhan bakteri di permukaan tempat tidur.
Jangan Lupakan Pelindung Bantal
Bantal sering menjadi titik yang terlewat saat mahasiswa membersihkan kamar. Padahal, bantal menyerap keringat dan minyak wajah setiap malam, yang lama-kelamaan menyebabkan noda kuning dan bau tidak sedap. Solusinya adalah menggunakan pelindung bantal berritsleting yang membungkus seluruh permukaan bantal.
Utopia Bedding Pillow Protectors, Utopia Bedding Bamboo Viscose Waterproof Pillow Protectors, dan Four Seasons Essentials Waterproof Pillow Protectors menawarkan perlindungan 360 derajat. Produk-produk ini bisa dicuci berkala dan harganya terjangkau untuk kantong mahasiswa.
Memulai kehidupan kampus memang penuh tantangan baru, dan kebersihan tempat tidur seharusnya menjadi prioritas utama. Investasi kecil pada perlengkapan pelindung ini jauh lebih murah dibandingkan biaya pengobatan akibat alergi atau infeksi kulit yang dipicu oleh kasur kotor.