De Zerbi Klaim Tottenham Berubah Total, Siap Angkat Tim dari Dasar Klasemen

Penulis: Vicky Prasetya  •  Kamis, 06 Agustus 2026 | 02:20:31 WIB
Pelatih Tottenham Hotspur, Roberto De Zerbi, memimpin latihan tim di Sydney, Australia, dalam tur pramusim.

SULAWESI TENGGARA — Pemandangan di ruang ganti Tottenham Hotspur setelah kekalahan 1-0 dari Sunderland pada April lalu menjadi titik terendah musim lalu. De Zerbi menggambarkan para pemainnya terbaring telentang di lantai, beberapa di antaranya menangis setelah laga yang membuat The Lilywhites terpuruk di dasar klasemen.

"Apakah kita sudah mati?" tanya De Zerbi kepada para pemainnya saat itu, merujuk pada situasi tim yang nyaris terdegradasi. Kemenangan tipis atas Everton di laga pamungkas akhirnya memastikan Tottenham bertahan di Premier League, dan kini De Zerbi menegaskan ambisinya untuk membawa klub bangkit.

Dari Ruang Ganti yang Hancur ke Kemewahan Tur Pramusim Sydney

Empat bulan berselang, kontrasnya sangat terasa. Di hotel berbintang di Sydney, dekat Harbour Bridge dan Opera House, para pemain Tottenham tertawa riang sambil menikmati kopi racikan barista pribadi di lantai khusus. Meja tenis meja menjadi arena kompetisi sengit antar pemain anyar.

Rekrutmen anyar senilai rekor klub 237 juta poundsterling mulai menyatu. Sandro Tonali, yang diboyong dari Newcastle dengan nilai 100 juta poundsterling, menjadi pembelian termahal sepanjang sejarah klub. Ia tampil bersama Mateus Fernandes (85 juta poundsterling dari West Ham), Jan Paul van Hecke, Andrew Robertson, dan Martin Dubravka dalam tur pramusim di Australia dan Selandia Baru.

Marcos Senesi, bek yang membela Argentina di final Piala Dunia, mendapat perpanjangan libur dan baru mulai berlatih di Hotspur Way.

Dua Rencana Transfer: Satu untuk Degradasi, Satu untuk Bertahan

Tottenham mengaku menyiapkan dua skenario belanja pemain musim panas ini: satu jika terdegradasi ke Championship, satu lagi jika berhasil bertahan. De Zerbi menegaskan dirinya tetap akan melatih Spurs meski turun kasta, namun kini ia senang bekerja dengan "Paket A" yang berarti mempertahankan status Premier League.

"Saya pantas menginginkan pemain top, karena Tottenham sekarang pantas membangun tim yang hebat," ujar De Zerbi. Ia juga mengakui telah berbicara secara personal dengan kapten Cristian Romero dan kiper Guglielmo Vicario yang berpotensi hengkang.

"Pada awal April, saya menjalani jutaan pertemuan individu. Mereka bilang tidak ingin berada di sini. Saya jawab: bantu saya bertahan di liga, lalu saya bantu kalian pergi. Jika tidak membantu, kalian akan tenggelam bersama saya," kenang pelatih asal Italia itu.

De Zerbi: "Di Pasar Transfer, Saya Menjadi Hiu"

De Zerbi mengaku sangat menikmati bursa transfer dan menggambarkan dirinya berubah menjadi "hiu" saat menginginkan seorang pemain. "Tidak ada kesempatan untuk berkata tidak," tegasnya.

Ketertarikan personalnya menjadi kunci sukses negosiasi. Untuk Fernandes, De Zerbi mengaku berbicara langsung dengan ibu dan ayah pemain, berjanji menjadi "ayah kedua" di Inggris. Sementara untuk Van Hecke, ia mengirim pesan setelah bek tersebut memberi assist untuk Brighton yang memperkecil peluang Tottenham bertahan.

"Kamu ingin mendorong Tottenham turun saat memberi assist untuk Rutter, sekarang kamu harus datang ke saya, tidak ada pilihan lain," kata De Zerbi menirukan pesannya.

Untuk Tonali, De Zerbi mengirim pesan sehari setelah Tottenham memastikan diri bertahan, lalu bertemu langsung di kediaman pemain di Brescia. Pertemuan itu terbukti menentukan.

Buru Bomber Baru, Savinho Jadi Target Utama

Tottenham belum selesai berbelanja. De Zerbi mengisyaratkan akan mendatangkan dua penyerang baru, termasuk Savinho dari Manchester City, yang ia sebut sebagai "bom" terakhir di bursa transfer.

Di belakang layar, Tottenham kini digawangi CEO anyar Vinai Venkatesham yang mewakili Lewis Family Trust, bersama direktur teknis Johan Lange—satu-satunya petinggi yang tersisa dari rezim lama. Mereka juga merekrut Rafi Moersen sebagai direktur operasional sepak bola dan Dan Lewindon sebagai direktur performa, keduanya dari City Football Group, untuk memperbaiki catatan cedera klub.

De Zerbi membantah anggapan belanja besar-besaran ini tidak bertanggung jawab. Ia menegaskan dirinya tidak berada di bawah tekanan finansial dan yakin investasi ini akan membawa Tottenham kembali ke papan atas.

Reporter: Vicky Prasetya
Sumber: bbc.co.uk This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top