SULAWESI TENGGARA — Kesaksian Vino Bastian soal Polytron G+ terungkap dalam acara GIIAS 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Banten. Bukan sekadar duta merek, aktor yang membintangi puluhan film layar lebar ini mengaku telah melakukan riset mendalam sebelum memutuskan membeli SUV listrik tersebut untuk kebutuhan keluarga.
“Saya melihat ekosistem mobil listrik di Indonesia ini tumbuh dengan pesat. Dari situ saya mulai browsing-browsing soal mobil listrik,” ujar Vino di booth Polytron, dikutip dari Carvaganza.
Vino menyoroti dua aspek utama yang membuatnya mantap menjatuhkan pilihan pada Polytron G+. Yang pertama adalah kelapangan kabin, dan yang kedua adalah tingkat kekedapan interior yang dinilainya sangat baik. Kombinasi keduanya memberikan pengalaman berkendara yang tenang dan nyaman.
“Saya sangat apresiate banget sama sound system yang mendukungnya. Berkat kabinnya yang kedap, saya bisa menikmati musik dengan enak. Apalagi keseharian kegiatan saya juga banyak di dalam mobil di antaranya untuk mengantarkan saya syuting kemana-mana,” terang Vino.
Bagi Vino, kualitas audio bukan sekadar pelengkap. Di sela-sela jadwal syuting yang padat, mobil menjadi ruang privat untuk beristirahat. Sound system yang jernih dan kabin yang hening menjadi sarana relaksasi efektif di tengah mobilitasnya yang tinggi.
Selain kenyamanan, Vino juga menggarisbawahi efisiensi biaya yang ditawarkan Polytron G+. Ia menyebut biaya perjalanan mobil ini hanya berkisar Rp220 per kilometer, yang dinilainya jauh lebih hemat hingga sembilan kali lipat dibandingkan kendaraan konvensional.
Perhitungannya sederhana. Dengan skenario pemakaian 1.500 km per bulan, pengguna hanya mengeluarkan biaya sekitar Rp330.000. Angka ini kontras dengan mobil bensin yang bisa mencapai Rp2.650.000 untuk jarak tempuh yang sama. Vino juga menambahkan kemudahan pengisian daya di rumah menjadi nilai plus yang menghilangkan kebutuhan mengantre di SPBU.
Keputusan Vino tak hanya didasari faktor kenyamanan semata. Ada pertimbangan rasional lain yang tak kalah penting, yakni jaminan nilai jual kembali. Polytron memberikan kepastian resale value hingga 70 persen dalam jangka waktu tiga tahun.
“Kendaraan ini bisa langsung dipakai dan diisi daya (charging) sendiri di rumah, sehingga pengguna tidak perlu membuang waktu mengantre di SPBU,” ungkap Vino.
Jaminan tersebut memberikan ketenangan bagi pemilik yang ingin melakukan upgrade di kemudian hari. Unit bekas dapat dijual kembali dengan mudah ke pihak Polytron tanpa perlu khawatir nilai jualnya anjlok. Hal ini juga menjadi sinyal kepercayaan Polytron terhadap kualitas dan durabilitas produknya sendiri.
Vino menambahkan, reputasi Polytron sebagai produsen elektronik yang sudah lama dikenal publik turut mempengaruhi keputusannya. “Polytron itu bukan brand sembarangan. Punya segala macam produk bukan hanya kendaraan roda empat saja, tapi juga ada sepeda motor dan barang-barang elektronik yang sudah terkenal,” pungkasnya.