KOLAKA TIMUR — Lonjakan ini menggeser posisi Kolaka Timur ke peringkat keempat dari 17 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara. Secara nasional, wilayah pemekaran dari Kabupaten Kolaka ini menempati urutan ke-142 dari 514 kabupaten/kota se-Indonesia berdasarkan besaran pengeluaran penduduk.
Data BPS yang diperbarui pada 4 Agustus 2026 itu memperlihatkan pergeseran struktur belanja rumah tangga. Porsi pengeluaran untuk kebutuhan bukan makanan kini mendominasi hingga 56,5 persen, mengungguli belanja makanan yang hanya 43,5 persen.
Dari total pengeluaran bulanan Rp1.746.478, warga Kolaka Timur membelanjakan Rp986.809 untuk kebutuhan bukan makanan. Adapun belanja makanan tercatat Rp759.670 per kapita setiap bulan.
Dominasi belanja non-makanan kerap dijadikan indikator peningkatan kesejahteraan dalam teori ekonomi. Fenomena ini dikenal sebagai Hukum Engel, di mana semakin tinggi pendapatan, porsi belanja makanan cenderung menurun dibandingkan kebutuhan lain seperti pendidikan, kesehatan, hingga transportasi.
Perbandingan dua tahun terakhir menunjukkan akselerasi tajam. Pada 2024, rata-rata pengeluaran per kapita warga Kolaka Timur masih berada di angka Rp1.259.329 per bulan. Dalam kurun satu tahun, nominal tersebut bertambah Rp487.149.
Kenaikan ini jauh melampaui laju inflasi daerah yang biasanya berkisar dua hingga tiga persen per tahun. Artinya, pertumbuhan pengeluaran lebih disebabkan oleh meningkatnya daya beli masyarakat dibandingkan sekadar kenaikan harga barang.
Dengan pencapaian ini, Kolaka Timur berada di belakang tiga daerah dengan pengeluaran per kapita tertinggi di Sulawesi Tenggara. Posisi ini sekaligus menegaskan bahwa aktivitas ekonomi di wilayah bekas pusat pertambangan nikel tersebut bergerak positif.
Kendati demikian, data Susenas ini masih menyisakan pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah. Pemerataan kesejahteraan antarkecamatan menjadi tantangan berikutnya, mengingat angka rata-rata kerap menutupi kesenjangan antarwilayah.
BPS mencatat data ini merupakan hasil pendataan lapangan yang melibatkan ribuan sampel rumah tangga di seluruh kecamatan di Kolaka Timur. Survei dilakukan secara berkala untuk memotret kondisi sosial-ekonomi masyarakat secara nasional maupun regional.