Pameran Wastra di Museum Sultra Kendari Jadi Magnet Baru Ekonomi Kreatif Perajin Tenun Lokal

Penulis: Vicky Prasetya  •  Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:48:01 WIB
Pengunjung mengamati koleksi kain tenun dan busana adat dalam Pameran Wastra di Museum Sultra, Kendari.

KENDARI — Museum Sultra di Kendari berubah menjadi ruang pamer kain tenun dan busana adat khas Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini bukan sekadar ajang pameran budaya, melainkan juga upaya menghidupkan roda ekonomi kreatif bagi perajin lokal yang selama ini bergantung pada pesanan terbatas.

Pameran ini mempertemukan langsung para penenun dengan calon pembeli, kolektor, hingga desainer yang ingin menggunakan wastra Sultra dalam koleksi mereka.

Mengapa Pameran Ini Penting bagi Perajin?

Selama ini, pemasaran kain tenun Sultra kerap terkendala akses dan promosi. Para perajin, terutama yang berada di daerah, hanya mengandalkan penjualan dari mulut ke mulut atau pesanan acara adat.

Dengan adanya pameran di Museum Sultra, para perajin mendapat kesempatan memamerkan detail motif dan kualitas tenun mereka langsung di depan publik. Ini menjadi ajang edukasi bagi generasi muda sekaligus menarik minat pasar modern.

Koleksi yang Dipamerkan dan Nilai Budayanya

Beragam kain tenun dengan motif khas seperti pola geometris dan filosofi budaya lokal dipajang berdampingan dengan baju adat dari berbagai kabupaten di Sultra. Setiap helai kain menyimpan cerita dan keterampilan turun-temurun yang diwariskan para pengrajin.

Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa wastra bukan hanya sekadar kain, tetapi identitas daerah yang harus dijaga di tengah gempuran produk tekstil modern.

Target ke Depan: Menembus Pasar Digital dan Nasional

Pameran ini diharapkan menjadi pemantik bagi pemerintah daerah untuk terus mendukung pengembangan wastra, baik melalui pelatihan desain, bantuan alat tenun, maupun fasilitasi pemasaran digital. Langkah ini dinilai krusial agar produk perajin lokal tidak hanya dikenal di Kendari, tetapi juga mampu bersaing di kancah nasional.

Dengan semakin banyaknya apresiasi terhadap wastra Sultra, regenerasi penenun muda pun diharapkan terus tumbuh, memastikan keberlanjutan warisan budaya ini tetap hidup dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.

Reporter: Vicky Prasetya
Sumber: finance.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top