BMKG: 20 Kota Besar Indonesia Berawan Termasuk Kendari, 15 Wilayah Lain Diguyur Hujan Ringan-Sedang

Penulis: Reza Maulana  •  Sabtu, 01 Agustus 2026 | 11:26:01 WIB
kota besar di Indonesia diprakirakan berawan, termasuk Kendari, sementara 15 wilayah lainnya berpotensi hujan ringan hingga sedang.

JAKARTA — Sebanyak 20 kota besar di Indonesia diprakirakan mengalami kondisi berawan pada hari ini, sementara 15 kota lainnya berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. BMKG juga mengingatkan potensi hujan lebat disertai petir di Tanjung Selor.

Prakirawan BMKG Afif Shalahuddin menjelaskan, daerah konvergensi atau pertemuan angin memanjang di sejumlah titik, mulai dari Selat Malaka, pesisir barat Sumatera Utara, hingga Papua Pegunungan. Kondisi atmosfer ini mampu meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sepanjang wilayah yang dilewati.

Hujan Lebat Diprakirakan Melanda Tanjung Selor

BMKG memprakirakan Tanjung Selor menjadi satu-satunya kota besar yang mengalami hujan sedang hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang. Sementara itu, 15 kota lain seperti Banda Aceh, Medan, Padang, dan Bandung diprakirakan diguyur hujan ringan hingga sedang.

Wilayah lain yang masuk kategori hujan ringan hingga sedang meliputi Tanjung Pinang, Bengkulu, Serang, Semarang, Pontianak, Mamuju, Ambon, Manokwari, Nabire, Jayapura, dan Merauke.

Kendari dan 19 Kota Lain Diprakirakan Berawan

Untuk kawasan Indonesia Timur, Kendari, Makassar, Palu, Gorontalo, Manado, Ternate, dan Sorong diprakirakan berawan pada Sabtu ini. Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah kota besar lainnya seperti Jakarta, Yogyakarta, Denpasar, Mataram, dan Kupang.

Wilayah berawan lainnya mencakup Pekanbaru, Jambi, Pangkal Pinang, Palembang, Banjarmasin, dan Palangkaraya. Artinya, mayoritas kota besar di Pulau Jawa dan sebagian besar Indonesia Timur diprediksi tidak mengalami hujan pada hari ini.

BMKG Imbau Pengelola PLTA Antisipasi Lonjakan Beban Listrik

Sebelumnya pada Kamis (30/7), BMKG mengimbau pengelola Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di seluruh Indonesia untuk merencanakan penggunaan air secara terukur. Langkah ini untuk mengantisipasi lonjakan beban listrik selama fenomena El Nino berlangsung.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menyampaikan, lonjakan konsumsi energi nasional kerap terjadi bersamaan dengan penurunan cadangan air waduk saat cuaca panas hingga kekeringan melanda.

"Informasi mengenai curah hujan sangat penting untuk menentukan rencana penggunaan air di PLTA-PLTA. Biasanya cuaca panas itu memicu lonjakan konsumsi energi, sehingga informasi iklim ini sangat digunakan untuk menentukan langkah-langkah antisipasinya," kata Ardhasena.

Reporter: Reza Maulana
Sumber: sultra.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top