Mengenal Rumah Baboroh, Rumah Tradisional Suku Bajo di Sulawesi Tenggara yang Berbahan Bambu dan Belahan Pohon

Penulis: Toni Haryadi  •  Rabu, 29 Juli 2026 | 10:15:01 WIB
Rumah Baboroh, rumah tradisional suku Bajo di Sulawesi Tenggara, dibangun menggunakan belahan pohon sebagai tiang dan anyaman bambu sebagai dinding.

KENDARI — Rumah tradisional suku Bajo, atau yang disebut Baboroh, menyimpan filosofi dan kearifan lokal yang masih terjaga hingga kini. Secara harfiah, Baboroh berarti bangunan sederhana dengan material utama yang diambil langsung dari alam sekitar.

Material Dasar: Belahan Pohon dan Anyaman Bambu

Tiang-tiang rumah Baboroh tidak menggunakan kayu utuh, melainkan belahan pohon yang dibelah memanjang. Sementara itu, dindingnya terbuat dari anyaman bambu yang memberikan sirkulasi udara alami.

Pemilihan material ini bukan tanpa alasan. Suku Bajo, yang dikenal sebagai komunitas pelaut, membangun rumah mereka dengan menyesuaikan kondisi lingkungan pesisir. Bambu dan belahan pohon lebih ringan dan mudah didapatkan di sekitar permukiman mereka.

Bukan Sekadar Bangunan, Ada Filosofi Hidup

Konstruksi rumah Baboroh mencerminkan cara hidup suku Bajo yang sederhana dan dekat dengan alam. Tidak ada paku atau besi yang mendominasi, sebagian besar sambungan menggunakan pasak kayu dan tali rotan.

Rumah ini juga dirancang untuk mudah dibongkar pasang. Hal ini sesuai dengan kebiasaan suku Bajo yang kerap berpindah tempat mengikuti pergerakan ikan dan pasang surut air laut.

Keberadaan Baboroh di Sulawesi Tenggara

Permukiman suku Bajo tersebar di sejumlah wilayah pesisir Sulawesi Tenggara, seperti di Kabupaten Wakatobi, Buton, dan Muna. Di tempat-tempat ini, rumah Baboroh masih bisa ditemukan meski jumlahnya semakin berkurang.

Seiring modernisasi, sebagian warga suku Bajo mulai beralih ke rumah permanen berbahan semen dan bata. Namun, beberapa komunitas masih mempertahankan Baboroh sebagai warisan leluhur yang harus dijaga.

Upaya Pelestarian Warisan Budaya

Pemerintah daerah dan pegiat budaya setempat mulai mendokumentasikan arsitektur rumah Baboroh. Langkah ini diambil agar generasi muda suku Bajo tidak kehilangan identitas budaya mereka.

Dokumentasi yang dilakukan oleh program Tanah Air Beta Trans TV menjadi salah satu upaya mengenalkan rumah tradisional ini ke khalayak yang lebih luas. Dengan begitu, Baboroh tidak hanya dikenal oleh warga Sulawesi Tenggara, tetapi juga oleh masyarakat Indonesia secara keseluruhan.

Reporter: Toni Haryadi
Sumber: 20.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top