KENDARI — Capaian investasi di Sulawesi Tenggara pada paruh pertama 2026 menunjukkan tren positif. Kepala DPMPTSP Sultra, Muhammad Nurjaya, mengungkapkan bahwa realisasi investasi di triwulan I (Januari-Maret) saja sudah mencapai Rp 13,1 triliun.
Dari jumlah tersebut, PMA mendominasi dengan nilai Rp 8,33 triliun atau 63,62 persen. Sementara itu, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menyumbang Rp 4,76 triliun atau 36,38 persen.
Nurjaya menjelaskan, ada tiga sektor utama yang mendorong lonjakan investasi di Sultra. Pertama, hilirisasi industri smelter dan turunannya. Kedua, sektor perkebunan dan perikanan. Ketiga, UMKM dan ekonomi kreatif.
"Alhamdulillah, sudah mencapai 51 persen dari target investasi sebesar Rp 36,220 triliun dengan mayoritas investasi dari penanaman modal asing," kata Nurjaya di Kendari, Selasa.
Memasuki triwulan II (April-Juni 2026), realisasi investasi kembali tercatat sebesar Rp 5,44 triliun. Komposisinya masih didominasi PMA sebesar Rp 3,03 triliun atau 55,73 persen, sedangkan PMDN sebesar Rp 2,41 triliun atau 44,27 persen.
Menurut Nurjaya, lompatan ini dipicu oleh tingginya kepatuhan pelaku usaha dalam melaporkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) melalui sistem OSS. Selain itu, atensi Gubernur Sultra Mayjen TNI Purn Andi Sumangerukka untuk menciptakan iklim investasi yang sehat juga menjadi faktor penting.
Peningkatan investasi ini berdampak langsung pada serapan tenaga kerja. DPMPTSP mencatat, sebanyak 10.643 orang terserap dari realisasi investasi semester I 2026.
Mayoritas dari mereka adalah tenaga kerja lokal. Rinciannya, 10.113 orang atau 96,65 persen merupakan tenaga kerja lokal, sementara tenaga kerja asing (TKA) hanya 350 orang atau 3,35 persen.
Untuk menjaga momentum, DPMPTSP Sultra terus melakukan sejumlah terobosan. Di antaranya percepatan perizinan melalui sistem Online Single Submission (OSS), jemput bola ke kabupaten/kota, serta fasilitasi kendala yang dihadapi investor.
"Kami menargetkan di akhir 2026 capaian investasi Sultra bisa melampaui target nasional. Kuncinya ada pada kolaborasi. Mari kita jaga Sultra tetap ramah investasi, tapi tetap memperhatikan lingkungan dan masyarakat lokal," tegas mantan Kadis PUPR Sultra itu.
DPMPTSP juga mengapresiasi peran BKPM, perbankan, asosiasi usaha, dan pemerintah kabupaten/kota yang terus mendukung realisasi investasi di Sulawesi Tenggara.