Pencarian

Geotab Bantu Aerotrans Efisiensi BBM Rp 200 Juta per Hari, 26 Driver Nakal Tertangkap

Minggu, 11 Oktober 2026 • 13:33:01 WIB
Geotab Bantu Aerotrans Efisiensi BBM Rp 200 Juta per Hari, 26 Driver Nakal Tertangkap
Armada PT Aerotrans Services Indonesia dipantau melalui sistem telematika Geotab di operations control center.

SULAWESI TENGGARA — PT Aerotrans Services Indonesia mengklaim efisiensi biaya bahan bakar hingga Rp 100-200 juta per hari setelah memasang sistem telematika Geotab di armadanya. Perusahaan logistik bagian dari Garuda Indonesia Group itu juga menangkap 26 pengemudi yang diduga menyalahgunakan BBM. Efisiensi ini muncul dari pemantauan data historis kendaraan yang sebelumnya tidak terdeteksi lewat laporan manual.

Director PT Aerotrans Services Indonesia, Kadek Bayu Temaja, mengungkapkan bahwa pemasangan Geotab dimulai Agustus 2024. Ia langsung membangun operations control center untuk memantau seluruh pergerakan armada secara real-time. Dari layar pusat kendali itu, tim operasional bisa melihat konsumsi bahan bakar tiap unit, perilaku pengemudi, hingga rute yang ditempuh.

Dari Instalasi Agustus sampai Penindakan Oktober

Kadek menuturkan proses adaptasi sistem telematika ini berjalan bertahap. Bulan pertama dipakai untuk instalasi, bulan berikutnya untuk mempelajari pola data. Baru pada Oktober, perusahaan mulai menindak pengemudi yang terindikasi curang.

"Di bulan Agustus di-install, saya bikin operations control center, di September saya pelajari, di Oktober saya bisa menangkap driver yang nakal, dari historical mencurigakan dalam Geotab, terutama fuel-nya, itu secara efisiensi, bisa hemat antara 100 sampai 200 juta rupiah per hari, karena itu tertangkap 26 orang (pelaku)," kata Kadek di Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Data historis kendaraan menjadi kunci. Sistem menandai unit dengan pola konsumsi BBM tidak wajar, misalnya pengisian bahan bakar yang tidak sesuai jarak tempuh atau waktu idle berlebihan. Temuan itu lalu diverifikasi sebelum sanksi dijatuhkan ke pengemudi.

250 Mobil, 400 Km per Hari, dan Selisih yang Menumpuk

Aerotrans saat ini mengoperasikan sekitar 250 unit mobil. Setiap kendaraan rata-rata menempuh perjalanan hingga 400 km per hari. Dengan volume sebesar itu, selisih konsumsi BBM yang terlihat kecil pada satu unit bisa berlipat jadi angka besar ketika dikalikan seluruh armada setiap hari.

Kadek menyebut pihaknya kini bisa menjaga konsumsi BBM di bawah target internal yang ditetapkan perusahaan. Pemantauan tidak lagi bergantung pada laporan manual pengemudi yang rawan dimanipulasi.

"Jadi fuel-nya lumayan seharinya, 250 mobil, dengan 400 km per hari, itu fuel-nya lumayan, kita bisa efisiensi fuel itu, bahkan sekarang kita maintain fuel itu, di bawah dari target yang diberikan," ujarnya.

Cara Kerja Telematika Menutup Kebocoran Biaya

Geotab merupakan platform telematika yang mengumpulkan dan mengolah data kendaraan untuk membantu perusahaan memantau armada. Data yang dihimpun mencakup konsumsi BBM, perilaku pengemudi, lokasi kendaraan, hingga kondisi teknis kendaraan.

Untuk urusan bahan bakar, sistem ini bisa melihat pola konsumsi, mendeteksi pemborosan, memantau waktu kendaraan dalam kondisi idle, serta mengevaluasi rute dan gaya berkendara. Semua indikator itu jadi dasar untuk mengevaluasi operasional harian.

Selain konsumsi BBM, sistem telematika juga dimanfaatkan untuk meningkatkan keselamatan pengemudi, mengurangi waktu kendaraan berhenti akibat kerusakan, memantau lokasi kendaraan secara real-time, serta membantu perusahaan memenuhi kebutuhan pelaporan dan kepatuhan armada.

Kebocoran Tak Selalu dari Harga BBM

Bagi perusahaan dengan armada besar, pengawasan seperti ini menjadi krusial. Kebocoran biaya tidak selalu berasal dari kenaikan harga bahan bakar. Penggunaan kendaraan yang tidak efisien maupun penyalahgunaan BBM oleh pengemudi justru sering jadi sumber pemborosan yang sulit dilacak lewat pencatatan manual.

Pengalaman Aerotrans menunjukkan data kendaraan bisa jadi dasar pengambilan keputusan operasional. Ketika perusahaan ingin mencari sumber pemborosan, data historis dari sistem telematika memberi jejak yang lebih jelas dibanding laporan pengemudi semata.

Follow www.inisultra.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: oto.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks