Lapas Kelas IIA Baubau, Sulawesi Tenggara, menggelar Cek Kesehatan Gratis yang melayani 591 peserta dari kalangan warga binaan, pegawai, hingga masyarakat umum. Kegiatan bersamaan dengan Hari Jadi Baubau ke-485 dan HUT Kota Baubau ke-25 sebagai daerah otonom itu mencakup skrining penyakit menular bagi 501 warga binaan.
BAUBAU — Kepala Lapas Kelas IIA Baubau, Abdul Waris, menyebut layanan kesehatan itu menyasar tiga kelompok sekaligus. Rinciannya, 501 warga binaan, 46 pegawai Lapas Baubau, dan 27 orang dari masyarakat umum serta keluarga warga binaan.
Pemeriksaan bagi 501 warga binaan tidak sekadar cek kesehatan rutin. Petugas juga melakukan skrining berkala terhadap penyakit menular, yakni HIV, Infeksi Menular Seksual (IMS), dan Tuberkulosis (TBC).
Deteksi Dini untuk Cegah Penularan di Dalam Lapas
Skrining penyakit menular itu dijalankan sebagai langkah deteksi dini. Tujuannya mencegah penularan di lingkungan hunian lapas yang penghuninya berdesakan.
Bagi pegawai dan masyarakat sekitar, layanan CKG mencakup pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, asam urat, kolesterol, serta konsultasi medis langsung dengan dokter.
"Kami ingin memastikan kesehatan warga binaan dan petugas tetap terpantau, sekaligus memberikan akses pemeriksaan gratis bagi masyarakat. Kolaborasi dengan Dinas Kesehatan dan puskesmas menjadi bagian penting dalam mewujudkan layanan kesehatan yang berkelanjutan," kata Abdul Waris saat dihubungi di Kendari.
Lintas Sektor: Dinas Kesehatan hingga Tiga Puskesmas
Pelaksanaan CKG melibatkan Dinas Kesehatan Kota Baubau, Puskesmas Katobengke, Puskesmas Bungi, Puskesmas Bukit Wolio Indah, serta Labkesda Kota Baubau.
Abdul Waris menjelaskan kegiatan ini merupakan implementasi Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan poin ke-13. Poin itu mengatur layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan bakti sosial bagi masyarakat di sekitar unit pelaksana teknis (UPT).
Waktu pelaksanaan bertepatan dengan partisipasi Lapas Baubau memeriahkan Hari Jadi Baubau ke-485 dan HUT Kota Baubau ke-25 sebagai Daerah Otonom.
Keluarga Warga Binaan: Terbantu Tanpa Keluar Biaya
Salah seorang perwakilan keluarga warga binaan penerima layanan, Idah, mengaku terbantu dengan program tersebut.
"Saya sangat terbantu dengan adanya pemeriksaan kesehatan gratis ini karena bisa mengetahui kondisi kesehatan tanpa harus mengeluarkan biaya," kata Idah.
Layanan serupa diharapkan terus berlanjut agar kondisi kesehatan penghuni lapas dan warga sekitar tetap terpantau. Kolaborasi dengan puskesmas dan dinas kesehatan menjadi kunci keberlanjutan program ini.