Pencarian

Pembiayaan Multifinance ke Sektor Produktif Turun 1,81% Jadi Rp241,88 Triliun

Sabtu, 10 Oktober 2026 • 08:34:31 WIB
Pembiayaan Multifinance ke Sektor Produktif Turun 1,81% Jadi Rp241,88 Triliun
Piutang pembiayaan multifinance ke sektor produktif turun 1,81 persen yoy menjadi Rp241,88 triliun pada Agustus 2026.

SULAWESI TENGGARA — Piutang pembiayaan multifinance ke sektor produktif pada Agustus 2026 terkontraksi 1,81 persen year on year menjadi Rp241,88 triliun, atau setara 44,44 persen dari total piutang pembiayaan industri. Penurunan ini terjadi di tengah pertumbuhan laba bersih industri yang justru melonjak 19,04 persen yoy menjadi Rp17,38 triliun.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran pembiayaan ke sektor produktif masih menghadapi tekanan, meski industri multifinance secara keseluruhan membukukan kinerja positif. Kepala Eksekutif Pengawas Perusahaan Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman menyatakan penyaluran ke sektor produktif tetap didorong dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian, manajemen risiko, dan tata kelola yang baik.

Pembiayaan Afiliasi ATPM Tumbuh 2,29 Persen

Di sisi lain, piutang pembiayaan perusahaan yang terafiliasi dengan Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) justru mencatat pertumbuhan. Nilainya naik 2,29 persen yoy menjadi Rp233,28 triliun, atau 45,38 persen dari total piutang pembiayaan industri.

"Pertumbuhan tersebut antara lain sejalan dengan pembiayaan kendaraan bermotor yang masih menjadi salah satu portofolio utama industri multifinance," kata Agusman dalam keterangan resminya.

Artinya, segmen kendaraan bermotor tetap menjadi tulang punggung bisnis multifinance, sementara penyaluran ke sektor produktif seperti modal kerja dan investasi belum sepenuhnya pulih.

Laba Bersih Industri Tumbuh 19,04 Persen

Meski pembiayaan produktif terkontraksi, profitabilitas industri justru menguat. Laba bersih multifinance pada Agustus 2026 tumbuh 19,04 persen yoy menjadi Rp17,38 triliun. OJK memperkirakan laba industri tetap tumbuh positif hingga akhir tahun 2026.

Kombinasi ini menunjukkan industri masih menikmati margin yang sehat dari portofolio yang ada, terutama segmen kendaraan bermotor, meski ekspansi ke sektor produktif belum menjadi motor utama pertumbuhan.

Apa Artinya bagi Pelaku Bisnis dan Investor

Kontraksi pembiayaan produktif menjadi sinyal bahwa permintaan kredit modal kerja dan investasi dari pelaku usaha masih lemah. Bagi investor yang memantau emiten multifinance, pertumbuhan laba dua digit tetap menjadi katalis positif, namun keberlanjutannya bergantung pada kemampuan industri mendiversifikasi portofolio ke luar kendaraan bermotor.

OJK menegaskan akan terus mendorong penyaluran ke sektor produktif tanpa mengorbankan kualitas aset. Perusahaan pembiayaan diharapkan menyeimbangkan ekspansi dengan manajemen risiko yang ketat, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi permintaan pembiayaan usaha.

Follow www.inisultra.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: idxchannel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks