SULAWESI TENGGARA — Pemerintah Kota Bandung menyiapkan konsep sentra wisata kuliner (SWK) di setiap kecamatan untuk memberdayakan pedagang kaki lima sekaligus mendorong kunjungan wisatawan. Konsep ini disesuaikan dari rencana awal pusat inkubasi bisnis tingkat kelurahan yang dinilai terlalu besar cakupannya. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut sektor kuliner berkontribusi besar terhadap penerimaan pajak daerah.
"Misalnya di setiap kecamatan ada SWK, Sentra Wisata Kuliner. Jadi itu sesuai dengan apa yang kita canangkan pada waktu kampanye dulu, yaitu pusat kuliner atau inkubasi bisnis di setiap kecamatan," kata Farhan di Bandung, Kamis.
Mengapa Cakupan Dipersempit ke Tingkat Kecamatan
Pemkot Bandung awalnya menargetkan pusat inkubasi bisnis hadir hingga tingkat kelurahan. Setelah dikaji, penerapan di seluruh kelurahan dinilai terlalu besar sehingga skema dimulai dari tingkat kecamatan lebih dulu.
Farhan menyebut setiap kecamatan akan dikembangkan berdasarkan potensi dan karakteristik kuliner masing-masing. Sentra kuliner diarahkan tidak sekadar menjadi lokasi berjualan, tetapi juga bagian dari pengembangan ekonomi dan wisata kota.
"Dari setiap kecamatan kita lihat nanti keunggulan-keunggulannya," ujarnya.
Kontribusi Kuliner ke Pajak Daerah
Sektor kuliner dinilai berperan penting terhadap perekonomian Kota Bandung. Farhan menyebut penerimaan pajak dari sektor ini memiliki kontribusi sangat besar.
Dari sisi harga, kuliner harian di Bandung masih terjangkau untuk warga dan pekerja. "Kalau kuliner harian, untuk kita-kita yang tinggal di Bandung, para pekerja. Makan paling mahal Rp20.000, sekali makan cukup kenyang," kata Farhan.
Dengan konsep SWK, ekosistem kuliner Bandung diharapkan lebih terarah, baik untuk kebutuhan warga maupun daya tarik wisata kuliner bagi pengunjung dari luar daerah.
Contoh Kawasan Kuliner yang Bisa Jadi Referensi
Dalam penataan kawasan kuliner, Farhan menyebut sejumlah lokasi di Kota Bandung yang bisa dijadikan acuan. Tiga kawasan berikut dinilainya berhasil mengelola sentra kuliner dengan baik:
- Jalan Lengkong Kecil
- Kawasan Taman Wartawan
- Jalan Cikuray
"Kalau mau contoh bagusnya, Jalan Lengkong Kecil, Taman Wartawan, Jalan Cikuray. Itu contoh-contoh bagusnya. Tinggal ditiru saja," katanya.
Yang Perlu Dikonfirmasi Traveler
Lokasi pasti, jumlah pedagang, dan jadwal operasional setiap SWK belum diumumkan dalam keterangan ini. Traveler yang berencana menjelajah kuliner Bandung sebaiknya menunggu pengumuman resmi Pemkot Bandung atau menanyakan langsung ke dinas pariwisata setempat.
Sementara itu, tiga kawasan yang disebut Farhan sudah beroperasi dan bisa jadi tujuan wisata kuliner lebih dulu. Jalan Lengkong Kecil dan Jalan Cikuray berada di kawasan pusat kota, sementara Taman Wartawan berada tak jauh dari area tersebut.
Durasi ideal untuk menyusuri sentra kuliner di kawasan ini sekitar dua hingga tiga jam, cukup untuk mencoba beberapa jenis makanan dalam satu kunjungan.