SULAWESI TENGGARA — Castrol Indonesia menghadirkan rider Honda HRC Castrol MotoGP Team, Luca Marini, ke Jakarta lewat inisiatif Inside the Racing Line menjelang MotoGP Mandalika 2026. Kegiatan ini bagian dari kemitraan Castrol dengan Honda Racing Corporation sebagai official main sponsor dan technical partner tim pabrikan Honda di MotoGP.
Kedatangan Marini ke Jakarta menyasar komunitas sepeda motor Tanah Air yang jadi salah satu yang terbesar di dunia. Castrol ingin membawa pengalaman dari dunia balap lebih dekat kepada pengendara sehari-hari, bukan sekadar ajang promosi jelang seri Mandalika.
Kemitraan Castrol dan HRC Sudah Berjalan Sejak 1959
Sebagai technical partner HRC, Castrol mendukung tim melalui pelumas, bahan bakar, dan keahlian teknis untuk menjawab tuntutan performa di lintasan. Kemitraan keduanya sudah terjalin sejak 1959 dan menjadi ruang bagi Castrol serta Honda untuk terus mengembangkan teknologi lewat pengalaman balap.
Head of Marketing Castrol Indonesia, Amanda Parikesit, menyebut performa di MotoGP tidak ditentukan hanya saat balapan berlangsung. Menurutnya, performa dibangun dari cara rider berlatih, kerja sama tim, hingga teknologi yang terus dikembangkan.
"Spirit untuk terus belajar, menjaga fokus, disiplin dalam proses, dan bekerja sama untuk menghasilkan performa yang lebih baik juga menjadi bagian dari cara Castrol mengembangkan produk bagi konsumen," ujar Amanda, Rabu (7/10/2026).
Feedback Rider Jadi Kunci Pengembangan Teknologi HRC
Head of Marketing and Communications Honda Racing Corporation, Harry Lloyd, menegaskan Honda HRC Castrol MotoGP Team dan Castrol punya visi sama dalam mendorong performa lewat teknologi dan inovasi. Di MotoGP, peningkatan performa berlangsung terus-menerus dari satu sesi ke sesi berikutnya.
"Feedback langsung dari rider menjadi bagian penting dalam proses tersebut, yang kemudian dipadukan dengan data, engineering, testing, dan pengalaman tim untuk menentukan penyesuaian yang dibutuhkan," ujar Harry Lloyd.
Sejak kolaborasi dengan Castrol berjalan, perjalanan HRC di MotoGP menunjukkan perkembangan performa yang positif. Kedua pihak menyebut capaian itu bagian dari proses jangka panjang untuk memahami tuntutan lintasan dan mencari peluang peningkatan.
Rutinitas Luca Marini di Luar Lintasan
Bagi Marini, persiapan fisik jadi bagian penting untuk menjaga performa sepanjang musim. Rutinitas latihannya disesuaikan dengan tuntutan setiap fase kompetisi, tapi ia juga menekankan pentingnya tahu kapan harus beristirahat.
Di luar latihan, flat track menjadi aktivitas yang tetap mendukung kemampuan berkendaranya. Surfing dan waktu bersama keluarga membantunya mengambil jeda dari tuntutan balap.
"Fokus bukan berarti terus berada dalam mode racing. Penting juga untuk tahu kapan harus recharge. Sehingga ketika kembali ke lintasan, saya bisa membawa energi dan fokus yang baru," tambah Luca.
Mandalika Jadi Salah Satu Sirkuit Favorit Marini
Menjelang MotoGP Mandalika 2026, Marini mengungkapkan kedekatannya dengan sirkuit di Lombok tersebut. Ia menyebut Sirkuit Mandalika sebagai salah satu favoritnya, terutama di sektor 2.
"Mandalika adalah salah satu sirkuit yang saya sukai, terutama sektor 2, karena kita bisa melihat laut dan menikmati udaranya. Itu membuat pengalaman balap menjadi sangat luar biasa," ujar Luca.
Ia juga merasa bisa tampil cepat di Mandalika dan menyukai balapan dalam kondisi panas dengan karakter tikungan seperti yang ada di sirkuit itu.
Dari Lintasan ke Jalan Raya
Lingkungan balap menjadi ruang bagi Castrol untuk menguji bagaimana teknologi pelumasan menjawab tuntutan performa dalam kondisi ekstrem. Pembelajaran dari lintasan serta kolaborasi bersama Honda HRC Castrol MotoGP Team jadi bagian dari proses inovasi Castrol untuk mengembangkan solusi bagi pengendara di jalan raya.
Lewat Inside the Racing Line, Castrol membawa pengalaman dan perspektif dari dunia MotoGP lebih dekat kepada riders dan motorcycle enthusiasts Indonesia. Fokus, disiplin, kolaborasi, dan teknologi ditunjukkan sebagai bagian dari cara kerja di balik performa tim di lintasan.