SULAWESI TENGGARA — TTC Travel Mart ke-44 kembali digelar di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mempertemukan pelaku industri pariwisata dari sedikitnya 13 negara dalam format business to business. Ajang ini menjadi peluang bagi agen perjalanan lokal menjajaki kerja sama produk wisata dengan pemasok dari China, Dubai, Vietnam, India, Korea, Jepang, hingga sejumlah negara Eropa. Kegiatan berlangsung di tengah dorongan agar wisatawan mancanegara lebih dulu menjelajahi destinasi Indonesia Timur sebelum menawarkan paket ke luar negeri.
Puluhan pemasok produk wisata dari berbagai negara memenuhi 51 meja pameran yang disiapkan panitia. Mereka bertemu langsung dengan agen perjalanan untuk bertukar informasi produk, menjajaki kerja sama, dan memperluas jaringan bisnis.
Ketua Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Sulawesi Selatan, Aliyah Mustika Ilham, menilai kehadiran pelaku industri asing menjadi kesempatan memperkenalkan potensi pariwisata daerah. Menurut dia, para peserta dari luar negeri sempat menawarkan destinasi di negara masing-masing, namun ia mendorong mereka lebih dulu menjelajahi Makassar.
"Justru mereka malah jualan ke saya. Saya juga tidak mau kalah. Sebelum saya ke sana, kalian juga harus berkeliling di sini. Saya juga punya sunset yang sangat indah," ujarnya.
Negara Peserta dan Format Kegiatan
Beberapa negara yang hadir antara lain China, Dubai, Filipina, Vietnam, India, Korea, Jepang, Thailand, Malaysia, Uzbekistan, Turki, Nepal, dan sejumlah negara Eropa. Kegiatan ini berbeda dengan travel fair yang menyasar konsumen langsung.
Project Manager TTC Indonesia Kidung Pascalis menjelaskan format B2B sengaja dipilih agar supplier pariwisata dan travel agent bisa saling mengenal lebih dulu. Kerja sama tidak harus langsung terjalin, tetapi interaksi peluang bisnis tetap terbuka.
"Kegiatan ini untuk menjajaki jejaring, tidak harus langsung bekerja sama, tetapi paling tidak saling mengenal dulu dan ada interaksi peluang bisnis di situ," kata dia.
Potensi Wisata yang Ditawarkan
Aliyah menawarkan sejumlah pengalaman wisata Makassar kepada peserta, termasuk sunset sailing dan kunjungan ke sejumlah pulau. Beberapa peserta disebut telah memiliki rencana mengunjungi destinasi di sekitar Makassar.
Ia berharap TTC Travel Mart dapat digelar lebih rutin di Makassar, bahkan dua kali dalam setahun. Momentum libur sekolah dinilai bisa dimanfaatkan untuk mendorong pergerakan wisatawan.
Manfaat bagi Agen Perjalanan Lokal
Pelaku usaha perjalanan dari Bintang Wisata Makassar, Rezki Larasati, menilai forum ini membantu agen memperoleh informasi lebih lengkap soal produk wisata terbaru. Pertemuan langsung dengan pemasok memudahkan agen mendapatkan paket terbaru, harga terbaik, kondisi cuaca, hingga pilihan layanan.
"Lebih memudahkan dan banyak tahu paket terbaru, best session, cuaca, dan banyak opsi yang ditawarkan," ujarnya.
Pasar wisata yang dijajaki dalam kegiatan tersebut cukup beragam, termasuk Eropa, Taiwan, China, dan Hong Kong. Sejumlah peluang kerja sama dengan pemasok dari destinasi tersebut mulai dijajaki.
Makassar menjadi salah satu kota yang secara berkala dipilih sebagai lokasi TTC Travel Mart karena dinilai memiliki pasar pariwisata potensial. Bagi traveler yang merencanakan liburan ke Indonesia Timur, ajang semacam ini membuka akses ke paket perjalanan yang lebih beragam dari agen lokal.