Pencarian

Bank Indonesia Gelar FORKESTRA 2026 di Kendari, 1.300 Peserta dan Kerja Sama Antar Daerah Ditandatangani

Rabu, 07 Oktober 2026 • 08:13:32 WIB
Bank Indonesia Gelar FORKESTRA 2026 di Kendari, 1.300 Peserta dan Kerja Sama Antar Daerah Ditandatangani
Peserta menghadiri seminar nasional Puncak FORKESTRA 2026 di Kendari.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tenggara menggelar Puncak Forum Ekonomi Sulawesi Tenggara (FORKESTRA) 2026 di Kendari sebagai wadah merumuskan gagasan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan daerah. Puncak acara itu dirangkaikan dengan penandatanganan Kerja Sama Antar Daerah antara Pemkot Baubau, Pemkab Buton, dan Pemkab Buton Selatan untuk menjaga pasokan pangan dan pengendalian inflasi. Seminar nasional tersebut dihadiri sekitar 1.300 peserta dari kalangan akademisi, mahasiswa, perbankan, pelaku usaha, hingga perwakilan pemerintah daerah.

KENDARI — Rangkaian FORKESTRA 2026 terdiri dari tiga agenda utama, yakni sosialisasi dan diseminasi isu strategis daerah, kompetisi opini ilmiah, serta seminar nasional sebagai acara puncak. Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Hugua menilai forum itu penting sebagai ruang menghimpun dan merumuskan ide serta gagasan strategis dari berbagai sudut pandang.

"Melalui forum ini, kita berharap dapat melahirkan gagasan-gagasan terbaik yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah," kata Hugua saat ditemui di Kendari, Senin.

Kerja Sama Antar Daerah untuk Pasokan Pangan dan Inflasi

Pada puncak acara, Pemkot Baubau menandatangani Kerja Sama Antar Daerah dengan Pemkab Buton dan Pemkab Buton Selatan. Kerja sama itu berfokus pada upaya menjaga ketersediaan pasokan komoditas pangan dan pengendalian inflasi daerah.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Sultra Edwin Permadi menjelaskan bahwa KAD menjadi sarana strategis untuk menghubungkan wilayah sentra produksi dengan daerah yang membutuhkan. Menurutnya, pasokan yang terjaga dan harga yang terjangkau diharapkan mendukung daya beli masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan produsen pangan.

"Melalui kerja sama antardaerah, kita dapat menghubungkan sentra produksi dengan wilayah yang membutuhkan pasokan, disertai penguatan distribusi dan komunikasi yang efektif. Dengan pasokan yang terjaga dan harga yang terjangkau, diharapkan dapat mendukung daya beli masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan produsen pangan," ujar Edwin.

Perjanjian Rantai Pasok Ekspor hingga Tiga Narasumber Utama

Selain KAD, dilakukan pula penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) Rantai Pasok Ekspor sebagai bentuk sinergi BI dan pemerintah daerah. Kerja sama itu bertujuan memperluas jangkauan pasar bagi produk serta komoditas unggulan daerah di pasar global.

Seminar nasional menghadirkan tiga narasumber utama, yakni Lead Economist Bank Danamon Irman Faiz, Guru Besar Ilmu Ekonomi Pertanian Universitas Halu Oleo Prof. Azhar Bafadal, serta penulis dan kreator konten Xaviera Putri. Peserta datang dari kalangan akademisi, mahasiswa, perbankan, pelaku usaha, hingga perwakilan pemerintah daerah.

BI Sultra bersama Pemerintah Provinsi Sultra menyatakan komitmen memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan. Tujuannya mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, mandiri, dan berdaya saing.

Follow www.inisultra.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sultra.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks