SULAWESI TENGGARA — Perselisihan Billy Syahputra dengan petugas toilet di Pantai Dreamland, Kuta Selatan, Badung, Bali, berbuntut respons dari Anggota DPD RI I Gusti Ngurah Arya Wedakarna. Billy mengaku ditagih Rp10.000 saat menggunakan fasilitas kamar mandi dan didorong oleh oknum petugas pantai. Ia kemudian menegaskan persoalan itu murni dengan perorangan, bukan mencerminkan sikapnya terhadap warga Bali.
Billy Syahputra membuka suara lewat unggahan Instagram @bilsky16 pada Jumat (2/10), menanggapi pernyataan Arya Wedakarna yang menyinggung keluhan sejumlah selebriti saat berlibur di Bali. Dalam video yang diunggah Arya, narasi yang ditulis berbunyi: "Please datang ke Bali jangan marah-marah ya (siapapun wisatawan yang datang adalah tamu yang wajib dihargai)." Unggahan itu juga menyinggung insiden fasilitas helikopter yang berkaitan dengan Ria Ricis.
Duduk Perkara di Pantai Dreamland
Peristiwa bermula ketika Billy menggunakan fasilitas kamar mandi di kawasan Pantai Dreamland, Kuta Selatan, Badung. Ia mengaku ditagih biaya Rp10.000 untuk pemakaian fasilitas tersebut.
Dalam kejadian yang sama, Billy menyebut dirinya didorong oleh oknum petugas pantai. Perselisihan itu lantas ia unggah ke media sosial dan menjadi perhatian warganet.
Respons Billy: Ini Urusan Perorangan
Billy menegaskan perselisihannya terjadi dengan perorangan dan tidak berkaitan dengan masyarakat Bali secara keseluruhan. Ia juga menyayangkan pernyataan pejabat daerah yang dinilai menggiring opini.
"Yang harus diingat adalah gue cinta Bali, istri gue cinta Bali, dan keluarga istri gue cinta Bali. Gue suka sama orang-orang Bali dan adat istiadatnya. Jadi untuk bapak pejabat terkait, jangan menggiring opini soal permasalahan gue sama perorangan, enggak sama sekali," tegas Billy.
Ia menjelaskan tujuan kedatangannya ke Bali semata untuk berlibur. Menurut Billy, unggahan ke media sosial bertujuan mengingatkan pentingnya tenggang rasa antarwarga negara, bukan untuk menyerang warga lokal.
Permintaan agar Pejabat Cari Kebenaran Dulu
Billy meminta pejabat yang berkomentar mencari informasi soal kejadian tersebut lebih dulu sebelum memberi penilaian. Ia menyebut pembelaan terhadap pekerja daerah tetap boleh dilakukan, asalkan melihat duduk perkaranya.
"Boleh ngebela bapak pejabat daerah terkait, tapi bapak harus tahu juga nih yang bener yang salah. Jangan kayak kita nih dari planet mana dateng cuma mau marah-marah dan nge-up video, nggak kita sesama orang lokal bapak. Setidaknya harus ada tenggang rasa. Saya tahu orang-orang asli Bali ini baik-baik sekali," lanjutnya.
Dalam pernyataan terpisah, Billy juga meminta pejabat terkait tidak bersikap sok bijak. "Jadi bapak intinya jangan sok bijak lah, kalau komentar itu cari kebenaran dulu. Kita ini cinta Bali, mudah-mudahan bapak tidak terkena kasus korupsi, mudah-mudahan amanah," katanya.
Imbauan untuk Wisatawan di Bali
Arya Wedakarna dalam unggahannya meminta wisatawan memaklumi kondisi pekerja pariwisata lokal. Ia juga mengimbau agar persoalan serupa tidak langsung diviralkan ke media sosial.
Insiden ini menyoroti isu yang kerap dihadapi wisatawan di kawasan pantai Bali, mulai dari tarif fasilitas umum hingga gesekan kecil dengan petugas di lapangan. Bagi traveler yang berencana ke Dreamland atau pantai lain di Kuta Selatan, memastikan tarif fasilitas sejak awal dan menjaga komunikasi dengan petugas setempat bisa membantu menghindari salah paham.