Sejumlah penari membawakan Tari Lariangi asal Pulau Kaledupa pada pembukaan Festival Wakatobi Wave di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Tarian yang memadukan gerak dan syair itu telah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda tingkat nasional sejak 2013. Penampilan tersebut menjadi bagian dari rangkaian acara pembuka festival tahunan daerah itu.
WAKATOBI — Tari Lariangi asal Pulau Kaledupa ditampilkan pada pembukaan Festival Wakatobi Wave di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Sejumlah penari membawakan tarian tersebut dengan memadukan gerak dan syair yang dilantunkan langsung oleh para penari.
Penampilan itu menjadi bagian dari rangkaian acara pembuka festival, sebelum sejumlah agenda lain berlangsung. Tari Lariangi sendiri telah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda tingkat nasional sejak 2013.
Perpaduan Gerak dan Syair Jadi Ciri Khas
Dalam pementasan di pembukaan Festival Wakatobi Wave, para penari membawakan Lariangi dengan memadukan gerak dan syair yang dilantunkan oleh penari. Kombinasi itu menjadi penanda tarian asal Pulau Kaledupa tersebut.
Syair yang dilantunkan bersamaan dengan gerakan menjadi satu kesatuan pertunjukan. Penonton menyaksikan langsung penampilan itu di lokasi acara.
Diakui Warisan Budaya Tak Benda Sejak 2013
Tari Lariangi asal Pulau Kaledupa telah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda tingkat nasional sejak 2013. Status itu menempatkan tarian tersebut sebagai salah satu kekayaan budaya yang tercatat secara resmi di tingkat nasional.
Pengakuan tersebut melekat pada tarian yang berasal dari Pulau Kaledupa, salah satu wilayah di Kabupaten Wakatobi. Status WBTB menjadi penanda bahwa tradisi ini diakui keberadaannya dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Bagian dari Rangkaian Festival Wakatobi Wave
Penampilan Tari Lariangi menjadi bagian dari pembukaan Festival Wakatobi Wave. Festival itu berlangsung di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara.
Pembukaan festival menampilkan tarian daerah sebagai salah satu sajian awal. Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah penari yang tampil di hadapan penonton.