Pencarian

MITI Jual Empat Kapal ke Wasesa Line Senilai Rp22,75 Miliar

Jumat, 11 September 2026 • 11:02:31 WIB
MITI Jual Empat Kapal ke Wasesa Line Senilai Rp22,75 Miliar
Transaksi penjualan empat kapal MITI ke Wasesa Line tercatat senilai Rp22,75 miliar.

SULAWESI TENGGARA — Transaksi ini melibatkan dua entitas dalam satu kelompok usaha. Wasesa Line merupakan perusahaan terkendali MITI dengan kepemilikan langsung perseroan sebesar 99,81 persen. Sementara Imako adalah perusahaan yang 90 persen sahamnya dimiliki secara langsung oleh PT Marina Logistik Sejahtera.

Karena kedua belah pihak berada dalam kendali MITI, transaksi jual beli kapal ini dikategorikan sebagai transaksi dengan pihak terafiliasi.

Rincian Tiga Kapal Tunda yang Dijual

Tiga kapal tunda yang dialihkan ke Wasesa Line masing-masing bernilai Rp5,75 miliar. Ketiganya adalah PSL Fearless, PSL Noble, dan Vanvorine.

  • PSL Fearless: Rp5,75 miliar
  • PSL Noble: Rp5,75 miliar
  • Vanvorine: Rp5,75 miliar
  • LCT Inneke 02: Rp5,5 miliar

Dari empat unit yang dijual, satu kapal berjenis Landing Craft Transport, yakni Inneke 02, dilepas dengan nilai Rp5,5 miliar.

Struktur Kepemilikan di Balik Transaksi

MITI memegang 99,81 persen saham Wasesa Line secara langsung. Posisi ini menempatkan Wasesa Line sebagai perusahaan terkendali perseroan.

Di sisi lain, Imako hanya 90 persen dimiliki PT Marina Logistik Sejahtera. Sisanya tidak disebutkan dalam pengumuman transaksi.

Kombinasi kepemilikan tersebut menjelaskan mengapa transaksi ini masuk kategori afiliasi. Penjualan aset antarperusahaan dalam satu grup tetap memerlukan pengungkapan kepada publik, terutama karena menyangkut aset produktif berupa armada kapal.

Nilai Transaksi dan Komposisi Armada

Total Rp22,75 miliar berasal dari penjumlahan empat unit kapal. Tiga kapal tunda menyumbang Rp17,25 miliar, sedangkan LCT Inneke 02 menyumbang Rp5,5 miliar.

Kapal tunda umumnya dipakai untuk membantu manuver kapal besar di pelabuhan, sementara Landing Craft Transport digunakan untuk mengangkut kargo di perairan dangkal atau wilayah terpencil. Keduanya merupakan aset operasional inti di sektor logistik maritim.

Pengalihan aset dalam grup biasanya bertujuan merapikan struktur operasional atau memindahkan armada ke entitas yang lebih fokus pada bisnis pelayaran. Namun, alasan strategis di balik transaksi ini tidak diungkapkan dalam pengumuman tersebut.

Investasi mengandung risiko.

Follow www.inisultra.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: idxchannel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks