Persija Kecam Penyerangan Rombongan EPA Persib di Rest Area Batang

Penulis: Vicky Prasetya  •  Senin, 12 Oktober 2026 | 16:03:01 WIB
Manajemen Persija mengecam penyerangan rombongan EPA Persib di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah.

SULAWESI TENGGARA — Manajemen Persija Jakarta mengecam keras penyerangan terhadap rombongan tim Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah, Minggu (11/10) malam. Insiden yang merusak kendaraan dan membahayakan keselamatan pemain muda itu mendorong Macan Kemayoran menuntut aparat mengusut kasus ini secara tuntas ke ranah hukum.

Dalam pernyataan tertulis yang dirilis Senin (12/10), manajemen Persija menyampaikan empati mendalam kepada seluruh korban, terutama mereka yang mengalami kekerasan fisik. Klub berharap seluruh anggota rombongan EPA Persib dapat segera pulih dari dampak kejadian tersebut.

"Persija sangat menyayangkan tindakan oknum suporter yang tidak hanya merusak kendaraan, tetapi juga membahayakan keselamatan dan menimbulkan kerugian bagi pemain serta ofisial tim," demikian bunyi pernyataan resmi klub.

Korban adalah Bibit Muda Sepak Bola Indonesia

Persija menegaskan tidak ada pembenaran apa pun bagi tindakan kekerasan, penyerangan, maupun penjarahan dengan dalih rivalitas sepak bola. Klub menilai tindakan itu tidak bertanggung jawab, mencederai nilai sportivitas, dan merusak semangat persaudaraan dalam sepak bola Indonesia.

Yang menjadi sorotan, para pemain yang menjadi korban merupakan bibit-bibit sepak bola masa depan. Rombongan EPA Persib tengah meniti karier di level pembinaan usia muda ketika insiden terjadi.

"Persija menegaskan bahwa tidak ada pembenaran apa pun bagi tindakan kekerasan, penyerangan, maupun penjarahan dengan dalih rivalitas sepak bola," tulis manajemen Macan Kemayoran.

Persija Minta Pelaku Diusut Sesuai Hukum yang Berlaku

Manajemen Persija mendukung penuh langkah aparat mengusut insiden ini secara tuntas, objektif, dan sesuai ketentuan hukum. Klub ingin aksi kekerasan dihapus dari ekosistem sepak bola nasional.

"Pihak-pihak yang terbukti terlibat harus bertanggung jawab atas perbuatannya. Tidak boleh ada toleransi terhadap aksi kekerasan yang merugikan orang lain dan mencoreng nama sepak bola Indonesia," tulis Persija.

Klub juga mengingatkan bahwa loyalitas terhadap klub tidak pernah bisa dijadikan alasan untuk menyakiti sesama. Persija mengajak seluruh suporter menunjukkan kedewasaan dalam mendukung klub kebanggaan.

Kronologi Insiden di Rest Area Batang

Insiden bermula ketika bus rombongan EPA Persib Bandung diserang sejumlah orang di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah, Minggu (11/10) malam. Video penyerangan viral di media sosial dan wajah-wajah terduga pelaku terlihat jelas dalam rekaman yang beredar luas.

Selain merusak kendaraan, aksi tersebut juga menimbulkan kerugian bagi pemain dan ofisial tim. Beberapa korban dilaporkan mengalami kekerasan fisik dalam kejadian itu.

Respons atas Rivalitas yang Melewati Batas

Persija menolak segala bentuk tindakan oknum yang menggunakan nama atau identitas suporter untuk melakukan kekerasan. Rivalitas dalam sepak bola, menurut klub, seharusnya hanya berlangsung di dalam lapangan.

"Rivalitas dalam sepak bola seharusnya hanya berlangsung di dalam lapangan, bukan diwujudkan melalui aksi yang mengancam keselamatan orang lain, terlebih terhadap para pemain muda yang tengah meniti masa depan mereka," lanjut pernyataan tersebut.

Sikap tegas Persija ini menambah daftar desakan agar kasus penyerangan terhadap rombongan tim muda Persib segera diusut tuntas. Sepak bola Indonesia kembali diingatkan bahwa kekerasan antar suporter masih menjadi persoalan serius yang perlu penanganan hukum nyata.

Reporter: Vicky Prasetya
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top