KENDARI — Usman terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI) Provinsi Sulawesi Tenggara. Penetapan itu menjadi langkah awal KJI membangun kepengurusan di tingkat provinsi sekaligus memperluas jaringan wartawan di Bumi Anoa.
Setelah terpilih, Usman menyiapkan struktur organisasi dan membuka komunikasi dengan insan pers di sejumlah kabupaten dan kota. Pengembangan jaringan itu dinilai penting agar kehadiran KJI tidak berhenti pada pembentukan kepengurusan tingkat provinsi.
Usman menyebut langkah tersebut harus berlanjut melalui kegiatan nyata yang menyentuh kebutuhan jurnalis di daerah. "Pengembangan jaringan tersebut menjadi salah satu langkah penting agar kehadiran KJI tidak berhenti pada pembentukan kepengurusan tingkat provinsi, tetapi berlanjut melalui kegiatan nyata yang menyentuh kebutuhan jurnalis di daerah," ujarnya, Minggu (11/10/2026).
Kehadiran KJI di Sulawesi Tenggara tidak hanya menambah daftar organisasi profesi pers. Organisasi ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi bagi jurnalis untuk bertukar gagasan, memperkuat komunikasi, dan meningkatkan kapasitas menghadapi industri media yang terus berubah.
Tantangan dunia jurnalistik dinilai semakin kompleks. Arus informasi bergerak cepat, persaingan media semakin ketat, sementara tuntutan publik terhadap akurasi dan kredibilitas berita terus meningkat.
Dalam situasi itu, profesionalisme wartawan menjadi hal yang tidak bisa ditawar. Kecepatan menyampaikan informasi harus tetap berjalan beriringan dengan verifikasi, keberimbangan, serta kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik.
KJI Sultra diharapkan mengambil peran dalam mendorong budaya kerja jurnalistik yang bertanggung jawab. Bukan hanya memperkuat jaringan antarpulau, tetapi juga membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pers.
Penguatan jaringan antarpulau menjadi salah satu fokus. Sebab, Sulawesi Tenggara terdiri dari banyak kabupaten dan kota dengan karakteristik wilayah yang beragam, dari daratan hingga kepulauan.
Konsistensi program dan kualitas sumber daya manusia akan menjadi ukuran keberhasilan organisasi pers. Terbentuknya kepengurusan bukan akhir dari proses, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar.
Terpilihnya Usman secara aklamasi menjadi awal dari tanggung jawab tersebut. KJI Sultra kini memiliki pekerjaan untuk membuktikan bahwa kolaborasi dapat menjadi jalan memperkuat profesionalisme wartawan sekaligus menjaga marwah pers di Sulawesi Tenggara.
Kontribusi terhadap kehidupan pers yang sehat akan menjadi bagian penting dalam perjalanan organisasi ke depan. Publik menanti apakah KJI Sultra mampu menerjemahkan semangat kolaborasi itu menjadi program yang berdampak bagi wartawan di daerah.