KONAWE — Harsian mula-mula dilarikan ke RSUD Kabupaten Konawe setelah mengalami kecelakaan kebakaran yang membuatnya butuh penanganan medis. Sejak Senin (5/10/2026), ia dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit tersebut.
Namun hingga Selasa sore (6/10/2026), Harsian mengaku belum juga mendapatkan ruang perawatan untuk penanganan lebih lanjut. Kondisi itu membuat ia bersama keluarganya memutuskan pulang.
Pihak keluarga menilai selama berada di rumah sakit, Harsian masih harus menunggu ketersediaan ruangan. Mereka menyebut sejumlah pasien yang datang pada Senin justru lebih dahulu mendapatkan ruang perawatan.
Keluarga berharap kondisi tersebut menjadi perhatian pihak rumah sakit. Harapannya, masyarakat yang membutuhkan pelayanan medis, khususnya pasien yang memerlukan ruang rawat, bisa memperoleh penanganan secara optimal.
Petugas IGD RSUD Kabupaten Konawe menjelaskan bahwa keterbatasan ketersediaan ruangan menjadi salah satu kendala dalam proses perawatan Harsian. Meski belum mendapat ruang rawat, pihak rumah sakit memastikan Harsian tetap memperoleh pelayanan medis selama berada di IGD.
"Sudah ada ruangannya tersedia ini hari Selasa, tapi pasien sekarang sudah berkemas lebih memilih untuk pulang, jadi bukan tanggung jawab kami," ujar petugas IGD RSUD Kabupaten Konawe kepada awak media.
Harsian akhirnya meninggalkan RSUD Kabupaten Konawe setelah hampir dua hari menjalani penanganan di IGD. Keputusan pulang diambil setelah pasien dan keluarga mengetahui adanya ruang perawatan yang disebut telah tersedia.
Meski demikian, Harsian memilih untuk tidak melanjutkan perawatan di rumah sakit. Kasus ini menyisakan pertanyaan soal kesiapan ruang rawat di fasilitas kesehatan daerah saat pasien membutuhkan penanganan lanjutan.