SULAWESI TENGGARA — Penulis skenario Upi Avianto menyebut Derby Romero sebagai "Fedi Nuril baru" dalam konferensi pers trailer dan poster film Dewi Siluman Ular di Jakarta, Kamis (1/9/2026). Film horor yang terinspirasi kisah nyata pernikahan manusia dengan jin dari podcast Prasodjo Muhammad ini disebut Upi sebagai horor rakyat yang lahir dari orang-orang putus asa. Upi berharap Dewi Siluman Ular bisa menjadi ikon horor Indonesia baru, seperti Nyi Roro Kidul dan Nyi Blorong pada masanya.
Derby Romero memerankan Dedi, pria yang terjerat utang dan biaya rumah sakit setelah istrinya harus menjalani operasi caesar. Dalam keputusasaan, Dedi memilih jalan pintas mistis dengan menikah dengan siluman ular, tanpa menyadari harga mengerikan yang harus dibayar kemudian.
Plot pernikahan mistis itu membawa Dedi pada situasi poligami ekstrem, yakni memiliki tiga istri dengan salah satunya sosok jin. Dari situasi inilah Upi menarik perbandingan dengan karakter ikonik yang sebelumnya dibawakan Fedi Nuril.
Upi menyebut Derby Romero sebagai versi baru dari karakter yang identik dengan Fedi Nuril. Menurutnya, kemiripan itu muncul dari situasi rumah tangga yang dijalani karakter Dedi.
"Kalau buat aku tuh sekarang Derby itu adalah the new Fedi Nuril, Fedi Nuril istrinya masih manusia, dia ada jin," ucap Upi.
Ia menilai cerita Dewi Siluman Ular dekat dengan masyarakat, baik secara narasi maupun emosional. Kedekatan itu, kata Upi, membuat penonton bisa merasakan apa yang dialami Dedi.
"Secara cerita juga dekat dengan masyarakat kita, secara emosional juga. Ini horor yang sangat grounded sebenarnya. Kalau kita nonton, pasti bisa merasakan apa yang Dedi rasakan. Bukan cuma horor yang menakut-nakuti, tapi secara rasa, emosional, psikologis kita kayaknya paham dengan apa yang Dedi ambil. Kenapa dia memutuskan seperti itu," tambah Upi.
Ide Dewi Siluman Ular berawal saat Upi mendengarkan Kisah Nyata Pernikahan Manusia dengan Jin di Podcast Prasodjo Muhammad. Dari situ ia melihat potensi cerita yang menurutnya sangat Indonesia.
"Kalau saya tuh sebenarnya justru ketika pertama kali eh lihat cerita ini di podcast, saya merasa ini tuh horor yang Indonesia banget. Ini horor rakyat, horor yang lahir dari orang-orang putus asa, orang-orang yang kehilangan harapan gitu. Horor yang secara emosional dekat banget sama masyarakat kita gitu," ucap Upi.
Konferensi pers trailer dan poster film Dewi Siluman Ular digelar di kawasan Jakarta pada Kamis (1/9/2026). Acara itu dihadiri para cast serta penulis skenario Upi dan Ayu Anggraini Putri.
Upi melihat sosok Dewi Siluman Ular sebagai peluang menghadirkan ikon horor anyar bagi perfilman Indonesia. Ia menyoroti bahwa ikon-ikon horor lama seperti Nyi Roro Kidul dan Nyi Blorong tak lagi banyak muncul di layar lebar.
"Yang menariknya lagi, zaman dulu kita tahu ada Nyi Roro Kidul, Nyi Blorong gitu. Sekarang kita udah enggak punya ikon-ikon horor itu lagi. Makanya ketika ada Dewi Siluman Ular, saya pikir 'oh ini bisa jadi ikon baru film horor Indonesia'," tuturnya.
Meski berharap filmnya diterima luas, Upi menitipkan pesan agar penonton tidak meniru tindakan Dedi. Ia ingin kisah itu dipandang sebagai pelajaran, bukan contoh.
"Mungkin in this economy, film ini semoga jangan jadi contoh sih. Maksudnya jangan jadi contoh apa yang si Dedi lakukan, tapi setidaknya menjadi contoh bahwa 'oh aku tidak akan melakukan itu' gitu," pesan Upi.
Dewi Siluman Ular menambah deretan film horor Indonesia yang mengangkat cerita rakyat dan kisah viral dari podcast, sebuah pendekatan yang dalam beberapa tahun terakhir kerap dipakai rumah produksi lokal untuk menarik penonton bioskop.