SULAWESI TENGGARA — Produser Pokeepsie Films Carolina Bang mengungkap bahwa adaptasi novel Fault karya Mercedes Ron awalnya dianggap mustahil diproduksi. Butuh tiga tahun bagi Bang meyakinkan platform untuk membiayai proyek young adult yang kini jadi fenomena Prime Video itu.
Carolina Bang berbicara dalam panel "Inside Banijay's Scripted Strategy: The Engine Behind Global IP" di ajang Iberseries & Platino Industria edisi keenam di Madrid. Ia menuturkan bahwa sebelum menjadi fan berat, kecintaan pada Fault justru datang dari anak-anaknya.
Namun perjalanan mewujudkan adaptasi trilogi Culpables itu jauh dari mulus. Bang mengaku menghabiskan tiga tahun untuk menjual ide tersebut ke berbagai pihak.
Menurut Bang, tidak ada satu pun platform yang tertarik pada konsep young adult romance saat itu. "Lima tahun lalu, itu mustahil. Aku menghabiskan tiga tahun mencoba menjualnya. Tidak ada yang mau di awal – benar-benar tidak ada," ujarnya.
Baru setelah bertemu tim Amazon, visi Pokeepsie Films menemukan rumah yang tepat. Bang menyebut keberhasilan itu sebagai sesuatu yang jarang terjadi di industri.
Steve Matthews, head of scripted creative Banijay Entertainment, menegaskan tidak ada formula abstrak untuk menciptakan hit global. "Kalau kamu bilang akan membuat acara komersial, hasilnya tidak akan bagus dan tidak akan komersial," katanya, disambut tawa hadirin.
Matthews menambahkan bahwa tren berubah sebelum proyek selesai dibuat. Ia menyarankan kreator mencintai proyeknya sejak awal ketimbang mengejar selera pasar.
Pendekatan serupa dipegang Maria Grazia Vairo, director of content Groenlandia. Ia menekankan bahwa yang dicari platform streaming saat ini adalah cerita orisinal, termasuk kisah tokoh nyata yang mungkin terlupakan sejarah.
Di waktu yang berdekatan, Banijay mengumumkan adaptasi novel Raphael Montes berjudul Uma Mulher No Escuro untuk Globoplay Brasil. Produksi dipimpin A Fábrica bersama studio Casa Montes.
Simone Oliviera dari A Fábrica menyebut kunci daya tarik global adalah autentisitas. "Jadilah autentik dengan negaramu agar bisa universal," ujarnya.
Strategi itu sejalan dengan langkah Pokeepsie Films yang kini dikenal sebagai "rumah bagi karya-karya Ron". Setelah sukses Fault dan Drawn Together, label Spanyol itu membuktikan bahwa cerita lokal bisa menembus pasar internasional.