Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, menyalurkan 187.300 liter air bersih kepada 568 kepala keluarga yang terdampak kekeringan di sembilan kelurahan. Distribusi berjalan hampir sebulan sejak program penanganan kekeringan dimulai awal September. BPBD juga memasang delapan unit tandon berkapasitas 2.200 liter per unit bersama Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kementerian PU.
KENDARI — Kepala BPBD Kota Kendari Cornelius Padang menyebut total distribusi air bersih mencapai 187.300 liter untuk 568 kepala keluarga yang terdampak kekeringan di sembilan kelurahan. Wilayah penerima manfaat tersebar di Kecamatan Abeli dan Kecamatan Kendari.
Kelurahan Tondonggeu di Kecamatan Abeli menjadi penerima terbesar dengan 217 kepala keluarga. Disusul Kelurahan Purirano 19 KK, Kelurahan Mata 30 KK, Kelurahan Gunung Jati 29 KK, serta Kelurahan Tipulu di Kecamatan Kendari sebanyak 15 KK. Kelurahan Sodoa dan Sanua juga masuk daftar penerima alokasi.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Kendari menyalurkan 29.600 liter air bersih kepada 217 kepala keluarga di Kelurahan Tondonggeu pada Senin lalu. Distribusi ini menjadi bagian dari pengiriman rutin selama musim kemarau berlangsung.
"Total distribusi mencapai 187.300 liter air bersih untuk 568 kepala keluarga warga yang terdampak kekeringan di sembilan kelurahan," kata Cornelius Padang saat ditemui di Kendari, Selasa.
BPBD Kota Kendari menggandeng Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan Kementerian Pekerjaan Umum untuk memasang delapan unit tandon penampungan air bersih. Setiap tandon berkapasitas 2.200 liter dan ditempatkan di titik-titik yang dinilai paling membutuhkan.
Kolaborasi ini bertujuan mempercepat penyaluran air ke permukiman warga yang jaraknya cukup jauh dari sumber air. Tandon berfungsi sebagai penampung sementara sebelum air didistribusikan ke rumah-rumah.
Cornelius menyatakan penambahan suplai air bersih akan diarahkan ke Kelurahan Gunung Jati. Kali ini, air tidak disalurkan ke tandon umum melainkan langsung ke penampungan milik warga.
"Kami juga akan menambah suplai distribusi air bersih ke Kelurahan Gunung Jati, namun kali ini langsung disalurkan ke penampungan air milik warga," ujarnya.
Warga yang wilayahnya mengalami krisis air bersih diminta segera melaporkan permintaan distribusi melalui kontak resmi BPBD Kota Kendari. Laporan juga bisa disampaikan lewat layanan darurat Call Center 112.
Musim kemarau di Sulawesi Tenggara membuat sejumlah kelurahan di Kendari kesulitan mendapat air bersih untuk kebutuhan harian. BPBD Kota Kendari menyatakan distribusi akan terus berjalan selama kekeringan masih berlangsung.