KENDARI — Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar kegiatan Peningkatan Kemahiran Berbahasa Indonesia Daring Kota Kendari Tahun 2026. Sebanyak 143 staf dari lembaga binaan dan mitra kerja mengikuti pelatihan yang digelar secara daring tersebut.
Kegiatan ini menyasar dua ruang sekaligus: lingkungan kerja dan ruang publik. Peserta didorong tidak hanya memahami kaidah, tetapi juga mempraktikkannya dalam aktivitas sehari-hari.
Materi disampaikan Maryanto, Widyabasa Ahli Madya dari Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Ia menekankan pentingnya pemahaman kaidah kebahasaan dalam penggunaan bahasa Indonesia, khususnya pada konteks profesional.
"Sangat penting bagi kita untuk senantiasa memahami kaidah dan akidah kebahasaan dalam konteks keindonesiaan," kata Maryanto.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara Dewi Pridayanti meminta peserta mengikuti kegiatan secara aktif. Menurutnya, materi yang disampaikan narasumber harus benar-benar diserap agar bermanfaat di tempat kerja.
"Saya meminta agar para peserta dapat mengikuti kegiatan ini secara aktif dan dapat menyerap ilmu yang disampaikan oleh narasumber dengan sebaik-baiknya," ujar Dewi.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya Balai Bahasa Sultra memperluas pembinaan bahasa Indonesia. Pendekatan yang dipakai bersifat fasilitatif dan kolaboratif, bukan sekadar penyuluhan satu arah.
Pembinaan diarahkan untuk mengidentifikasi kebutuhan kebahasaan lembaga. Dari situ, Balai Bahasa berupaya memberikan solusi atas persoalan penggunaan bahasa yang muncul dalam aktivitas sehari-hari.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pemberian hadiah kepada peserta yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar. Format ini menjadi penutup sekaligus penguat materi yang telah disampaikan sepanjang pelatihan.
Balai Bahasa Provinsi Sultra menargetkan pembinaan bahasa terus menjangkau lebih banyak lembaga dan mitra kerja di wilayah Sulawesi Tenggara.