Prabowo Klaim RI Stop Impor Solar Sejak 1 Juli Berkat Kelapa Sawit

Penulis: Toni Haryadi  •  Minggu, 20 September 2026 | 08:38:01 WIB

SULAWESI TENGGARA — Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia tidak lagi mengimpor bahan bakar minyak jenis solar sejak 1 Juli 2026. Menurutnya, capaian itu berasal dari pemanfaatan kelapa sawit yang ia sebut sebagai tanaman ajaib karena mampu menghasilkan bahan bakar nabati. Pernyataan itu disampaikan dalam pidato di acara Syukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9).

Prabowo menyinggung kelangkaan solar yang melanda sejumlah negara sebagai pembanding. Ia bersyukur Indonesia memiliki kelapa sawit sehingga bisa memproduksi solar sendiri tanpa bergantung pada pasokan luar negeri.

Menurut Kepala Negara, para peneliti dalam negeri telah berhasil mengolah kelapa sawit menjadi solar. Pemerintah juga berencana memproduksi bensin dari batu bara sebagai langkah lanjutan.

Kelapa Sawit Disebut Tanaman Ajaib Serba Bisa

Dalam pidatonya, Prabowo menyebut kelapa sawit sebagai komoditas yang bisa dimanfaatkan untuk beragam kebutuhan, mulai dari obat, sabun, hingga bahan bakar.

"Yang Maha Kuasa telah memberikan karunia kepada kita. Yang saya katakan, kelapa sawit mungkin itu adalah tanaman ajaib, the miracle plant, the miracle crop," kata Prabowo.

Ia menambahkan, dari kelapa sawit bisa diperoleh berbagai produk turunan. "Kita bisa mendapatkan obat, sabun, macam-macam, terutama kita mendapatkan BBM," ujar dia.

Klaim Swasembada Pangan dan Antisipasi El Nino

Selain soal energi, Prabowo menyinggung kesiapan pangan nasional menghadapi cuaca tak menentu hingga fenomena El Nino. Ia mengklaim swasembada pangan sudah tercapai dan cadangan pangan dinilai cukup.

"Alhamdulillah, swasembada pangan sudah. Cadangan pangan kita cukup," katanya.

Pernyataan itu disampaikan di hadapan peserta acara syukuran pesantren yang berlokasi di Ponorogo, Jawa Timur. Gontor sendiri merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia yang genap berusia satu abad.

Pesan Menjaga Sumber Daya Alam

Prabowo mengajak masyarakat bersyukur atas kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia. Ia berpesan agar aset tersebut dikelola dengan baik untuk kepentingan generasi mendatang.

"Bisa tidak kita jaga dan kelola segala kekayaan yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa kepada kita," ucapnya.

Soal realisasi penghentian impor solar, pemerintah belum merinci volume produksi bahan bakar nabati yang menopang klaim tersebut. Program mandatori biodiesel berbasis minyak sawit selama ini menjadi tulang punggung kebijakan energi hijau Indonesia, dengan campuran yang terus dinaikkan dari B30 hingga B40.

Bagi pelaku industri, pernyataan ini memperkuat sinyal bahwa sektor kelapa sawit tetap menjadi prioritas kebijakan energi. Emiten perkebunan sawit dan produsen biodiesel berpotensi mendapat angin segar jika program hilirisasi berlanjut. Namun investor tetap perlu mencermati realisasi produksi dan serapan pasar domestik sebelum menilai dampaknya ke kinerja emiten.

Reporter: Toni Haryadi
Sumber: katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top