BYD Recall 180 Ribu Unit Qin dan Tang di China, Bantalan Pedal Rem Berisiko Lepas

Penulis: Udin Syamsul  •  Sabtu, 19 September 2026 | 16:17:01 WIB

SULAWESI TENGGARA — BYD menarik kembali lebih dari 180 ribu unit mobil seri Qin dan Tang di China menyusul temuan cacat pada bantalan pedal rem. Recall yang diumumkan regulator pasar China, SAMR, ini mencakup unit produksi 2014 hingga 2022. Kedua model tersebut tidak diproduksi maupun dijual di Indonesia, sehingga pemilik mobil BYD di Tanah Air tidak terdampak program ini.

Bagi konsumen Indonesia, kabar ini tidak berdampak langsung. Seri Qin dan Tang tidak pernah masuk jalur produksi maupun penjualan resmi di Tanah Air.

Bantalan Pedal Rem Berisiko Retak dan Lepas

Cacat yang jadi pemicu recall terletak pada bantalan pedal rem. Komponen ini berpotensi retak atau lepas seiring pemakaian dalam jangka panjang.

Dalam kondisi ekstrem, kerusakan tersebut membuat lampu rem menyala terus meski pedal tidak diinjak. Situasi ini berbahaya karena pengendara di belakang bisa salah membaca sinyal, mengira mobil depan sedang mengerem padahal tidak.

Penggantian Komponen Gratis di Dealer Resmi

Dokumen regulator menyebutkan BYD akan mengganti komponen cacat tanpa biaya melalui dealer resmi. Pemilik unit terdampak tidak perlu mengeluarkan biaya untuk perbaikan ini.

Langkah preventif semacam ini memang untuk menekan risiko kecelakaan, cedera, atau bahaya fatal akibat cacat tersembunyi yang baru muncul setelah produk terjual.

Riwayat Recall BYD di China

Program ini bukan yang pertama bagi BYD. Tahun lalu, pabrikan asal Shenzhen itu juga menarik sejumlah unit Tang produksi 28 Maret 2015 hingga 28 Juli 2017.

Masalah kala itu berasal dari desain dan pemilihan komponen pada pengendali motor penggerak. Komponen tersebut berpotensi mengalami gangguan fungsi pelepasan daya (active discharge) saat digunakan.

Dalam kondisi ekstrem, gangguan itu bisa membuat papan sirkuit terbakar dan mode penggerak listrik murni kendaraan gagal berfungsi. Risiko keselamatannya jelas.

71.248 Unit Yuan Pro Juga Ditarik

Recall sebelumnya juga mencakup 71.248 unit BYD Yuan Pro listrik murni yang diproduksi 6 Februari 2021 hingga 5 Agustus 2022. Persoalannya ada di proses produksi.

Gasket penyegel baterai kemungkinan terpasang tidak sempurna sehingga mengurangi kemampuan kedap air. Jika kendaraan melaju di genangan atau melewati air dalam waktu lama, air bisa masuk ke dalam baterai dan menurunkan isolasi listrik.

Dalam situasi ekstrem, daya baterai bisa turun drastis dan memunculkan risiko keselamatan bagi pengguna.

Dampak ke Pasar Indonesia

BYD kini cukup agresif memasarkan lini mobil listriknya di Indonesia, mulai dari Atto 3, Dolphin, hingga Seal. Meski begitu, seri Qin dan Tang yang masuk program recall ini berada di luar jajaran produk yang dijual secara resmi di Tanah Air.

Pemilik mobil BYD di Indonesia tetap disarankan memantau informasi resmi dari ATPM terkait program perbaikan atau kampanye servis yang menyangkut model yang mereka miliki.

Reporter: Udin Syamsul
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top